Cinta atau Pelampiasan? Baru Putus Tapi Udah Gandeng Pacar Baru



Ngeliput.com - Jakarta - Belum lama putus, tapi kok udah jadian sama orang baru lagi? Ah, pelampiasan aja, kali!

Urbanreaders pasti udah pernah kan, denger atau lihat kejadian semacam ini? Atau mungkin kamu sendiri juga udah pernah melakukannya? Terlalu cepat menjalin hubungan baru sesudah putus dengan pacar, rawan akan menjadi hubungan pelampiasan atau rebound relationship aja loh, guys.

Rebound relationship adalah hubungan yang terjalin saat kamu barusan putus dari pacar dan belum sepenuhnya move on atau sembuh dari sakit hati. Hubungan semacam ini punya beberapa risiko, guys. Misalnya, tidak benar-benar serius sehingga menyakiti rebound girl atau rebound guy kamu, hanya berlangsung sesaat, hingga cuma jadi pelampiasan sakit hatimu.

Hubungan semacam ini biasanya didasari oleh perasaan tidak mau sendiri, gengsi sama mantan yang mungkin udah move on duluan, atau biar perhatian teralih pada orang lain.

Nah, biar kamu nggak terjebak dengan hubungan seperti ini, yuk coba kenali ciri-ciri rebound relationship yang nggak sehat.

Nggak Ada Komitmen yang Jelas
Hubungan semacam ini biasanya on off dan nggak ada komitmen yang jelas. Kamu menghubungi dia saat sakit hati atau kesepianmu muncul dan menggunakan pacar baru sebagai “penghibur”. Namun, karena belum yakin dengan perasaan, maka kamu enggan berkomitmen secara serius.
Masih dalam Bayang-bayang Mantan

Karena belum sepenuhnya move on, kamu masih sering kepikiran mantan, mengharapkan dia kembali, hingga membicarakan sang mantan pada pacar barumu. Hal ini pun sering bikin hubungan kamu dengan pacar baru jadi memanas.

Tidak Terbuka
Kamu masih belum yakin 100% dengan perasaanmu, sehingga kamu pun enggan membuka diri pada pacar baru. Kalau kamu sering menyembunyikan perasaan dan tidak jujur, apalagi untuk hal-hal yang menyangkut sang mantan, tandanya kamu belum siap memulai hubungan yang baru. Sikap ini juga bisa muncul dengan kamu menyembunyikan pacar baru ini dari teman-teman, keluargamu, bahkan sang mantan sendiri. Alasannya? Biar dianggap masih sendiri dan available.

Nggak Ada Rasa Cinta
Hubungan yang kamu jalin dengan pacar baru tidak dilandasi perasaan yang kuat. Sehingga, tak jarang kamu pun memperlakukan pacar baru dengan seenaknya dan tidak selayaknya sebagai kekasih. Kamu juga nggak merasa khawatir kehilangan dia dan tidak ada rasa memiliki.

Kalau kamu mengalami hal-hal tersebut, bisa dipastikan kamu tengah berada dalam rebound relationship, guys. Melanjutkan hubungan seperti ini nggak hanya berdampak buruk buat diri kamu sendiri aja loh, guys. 

Namun, efeknya juga menyakitkan buat pacar baru. Kamu mungkin tidak akan merasa sendiri, namun perasaanmu nggak bakalan bisa bohong.

Suatu saat, kekosongan dalam hubungan ini bakal kamu lampiaskan pada pacar baru. Kasihan, kan? Selain itu, pacar baru yang kamu jadikan pelampiasan aja, bakal merasa sakit hati, tidak dihargai, dibohongi, atau dijadikan permainan.

Meski begitu, nggak semua rebound relationship berakhir buruk kok, guys. Kalau ternyata kamu menemukan kualitas yang lebih baik di pacar baru ini, kenapa nggak membuat hubungan kalian jadi lebih serius.

Tapi, syaratnya kamu mesti jujur ya sama dia bahwa kamu perlu menjalani hubungan ini dengan pelan-pelan sembari menyembuhkan sakit hatimu. Siapa tahu meski awalnya pelampiasan, si pacar baru memang the one buat kamu.
Lebih baru Lebih lama