Notification

×

Iklan

Iklan

1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut di Jaring Nelayan

Jumat, Agustus 07, 2020 | 9:02 PM WIB Last Updated 2020-08-08T04:03:16Z
1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut  di Jaring Nelayan
Ilustrasi (THINKSTOCK.COM)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com-Tim SAR menemukan satu dari lima korban yang hilang akibat terseret ombak di Pantai Goa Cemara, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah IV Bantul Dwi Rias Pamuji mengatakan, korban yang ditemukan bernama Muhammad Zafir Zakir Alfarizi.

Jenazah anak berusia delapan tahun itu ditemukan pada Jumat (7/8/2020) sekitar 19.10 WIB.

Saat itu, jenazah korban tersangkut jaring nelayan di sekitar tambak udang dekat Pantai Pandansimo, lebih dari 2 kilometer dari lokasi kejadian.

Anggota tim SAR yang mendapat informasi dari nelayan soal penemuan mayat langsung menuju lokasi.

"Jenazah langsung dibawa ke pantai Goa Cemara," kata Dwi saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon Jumat (7/8/2020). Muhammad Zafir Zakir Alfarizi adalah anak dari Joko Widodo (30).

Joko juga termasuk dalam korban yang hingga kini belum ditemukan. Sebagai informasi, untuk pencarian pada hari ini, Jumat (7/8/2020), yang dimulai pada 13.00 WIB, tim SAR melibatkan 80 personel.

Pencarian berlangsung hingga sejauh 12 kilometer dari lokasi kejadian.

Peristiwa tujuh orang hilang terseret ombak itu terjadi pada Kamis (6/8/2020) sekitar 09.30 WIB.

Kala itu, lima dari tujuh orang tersebut sedang bermain bola di pinggir pantai. Secara tiba-tiba ombak datang dan menghanyutkan mereka.

Melihat lima orang yang masih anak-anak itu terseret ombak, dua orang dewasa coba menolong.

Namun, keduanya juga ikut terseret ombak.

Ketujuh orang itu adalah Joko Widodo (30), Muhammad Zafir Zakir Alfarizi (8), Muhammad Rizky Romadhon (7), Ahmad Chairul Fatah (4), Ulli Nur Rokhmi (28), Ahmad Nur Fauzi (30), dan Muhammad Zidan Abdori (8). Mereka adalah warga Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tidak lama setelah insiden itu, Tim SAR menemukan Ulli Nur Rokhmi dan Ahmad Nur Fauzi.

"Dua orang yang ditemukan awalnya pingsan karena masih ada nadi, tidak ada luka karena seketika diselamatkan, tetapi setelah sampai Puskesmas meninggal," kata Dwi saat ditemui wartawan di lokasi, Kamis (6/8/2020).

Jenazah keduanya dibawa ke Puskesmas Sanden.

Untuk korban yang hingga kini belum ditemukan, Dwi menduga mereka terseret ombak ke kawasan palung laut.

Dwi juga menyebutkan, sebenarnya sudah ada papan peringatan agar pengunjung tidak beraktivitas di beberapa titik Pantai Goa Cemara Bantul.

Hanya saja, ada saja pengunjung yang mengabaikan peringatan tersebut.

Selain itu, ada beberapa papan peringatan yang hilang akibat abrasi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan"

Penulis : Kontributor Yogyakarta, Markus Yuwono

Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief
×
Berita Terbaru Update