Notification

×

Iklan

Iklan

Tak Punya Smartphone, Dimas Sekolah Tatap Muka Sendirian, Gubernur Ganjar Siapkan KBM Tatap Muka Terbatas!

Jumat, Juli 24, 2020 | 8:47 AM WIB Last Updated 2020-07-24T15:47:13Z
Foto: Dimas Ibnu Alias, sekolah sendirian di Rembang, Jumat (24/7/2020). (Arif Syaefudin/detikcom)

Detik.COM Semarang - Kisah Dimas Ibnu Alias, siswa kelas 7 SMPN 1 Rembang yang tetap semangat sekolah meski sendirian karena tak memiliki smartphone untuk belajar online menuai apresiasi. 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut langkah Dimas bisa diikuti bagi siswa lain yang tak punya fasilitas belajar daring.

"Saya lihat sudah ada pihak yang membantu, itu bagus. Tapi kalau ada lagi yang lain yang sama dengan Dimas dan belum ada yang membantu, sebenarnya cara belajar ke sekolah seperti Dimas itu cara yang benar. 

Guru punya kepedulian apakah mendatangi atau anaknya bisa diajari di sekolah," kata Ganjar di rumah dinasnya, Semarang, Jumat (24/7/2020).

Ganjar menyebut banyak guru-guru yang peduli dan mencari solusi untuk siswanya yang kesulitan sekolah daring. Ganjar menyebut infrastruktur sekolah daring menjadi tanggung jawab Pemda setempat.

"Daerah mesti menyiapkan. Kalau belum bisa, maka daerah harus menyiapkan model pembelajaran tatap muka dengan murid terbatas dan harus dengan protokol kesehatan ketat," kata Ganjar.

Ganjar pun mengusulkan sekolah tatap muka bisa dilakukan dengan maksimal 10 siswa. Sekolah tatap muka ini diberikan kepada para siswa yang punya keterbatasan untuk sekolah daring namun dengan syarat memperhatikan protokol kesehatan.

"Kalau satu atau lima bahkan sepuluh siswa itu masih bisa. Sebenarnya ini kan cerita protokol kesehatan, tinggal nanti dipantau apabila memang pembelajarannya harus seperti itu. Semua harus dilakukan demi akses proses belajar mengajar anak bisa berjalan baik," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Dimas tetap semangat berangkat ke sekolah saat teman-temannya sekolah daring di masa pandemi virus Corona atau COVID-19 ini. Pihak sekolah pun memaklumi dan mengizinkan Dimas belajar tatap muka karena tak punya ponsel pintar atau smartphone.

Ayah Dimas, Didik Suroso bercerita ponsel miliknya rusak, selain itu dia tak mampu membeli kuota. Terlebih, pria yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan ini sudah dua bulan tak melaut sedangkan ibu Dimas bekerja sebagai buruh pengupas rajungan.

"Saya nelayan cukrik nangkap rajungan. Sudah dua bulan ini nggak ada tangkapan, jadi ya menganggur. Istri buruh kupas rajungan, jadi di musim seperti ini sama sekali tidak ada pemasukan. 

Sekarang untuk nafkah keluarga serabutan, apa saja yang penting dapat uang," kata Didik kepada wartawan di rumahnya Desa Pantiharjo Rt 1 Rw 1 Kecamatan Kaliori, Rembang, Jumat (23/7/2020).

Sementara itu, Dimas pun mengaku tak canggung meski berada di kelas atau sekolah seorang diri tanpa teman. Dia memahami kondisi ayahnya yang tak mampu membelikannya kuota.

"Bapak saya tidak mampu beli kuota. Ya karena saya ingin pintar, biar rangking," kata Dimas di sekolahnya.

Artikel ini telah tayang di detik.com dengan judul Soal Dimas Sekolah Sendirian, Ganjar: Siapkan KBM Tatap Muka Terbatas!

Source : detik.com
Penulis : Angling Adhitya Purbaya
Editor  : Angling Adhitya Purbaya
×
Berita Terbaru Update